Kenali Ciri-Ciri Kanker Payudara
Kanker payudara telah menjadi salah satu penyebab utama dari
tingginya angka kematian pada kaum wanita. Pada tahun 2015 saja, data dari
World Health Organization (WHO) menunjukkan bahwa telah ada 507 ribu wanita
yang meninggal dunia akibat kanker payudara. Memang menakutkan, tapi sebenarnya
jika ciri-ciri kanker payudara stadium awal bisa dideteksi, bukan tidak mungkin
penyakit ini dapat disembuhkan. Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk
mengetahui ciri awal kanker payudara sedini mungkin.
Simak penjelasan mengenai perkembangan kanker payudara
berdasarkan stadium serta tanda dan ciri-ciri kanker payudara di bawah ini.
Perkembangan kanker payudara stadium satu hingga lanjut
Apabila dilihat dari perkembangan sel kankernya, kanker
payudara dapat dibagi menjadi beberapa tahapan yaitu:
Kanker Payudara Stadium Nol
Saat tahap ini terjadi, sel kanker sudah ada dan berkembang.
Namun perkembangannya masih hanya di saluran payudara saja. Belum menyebar sama
sekali.
Kanker Payudara Stadium Satu
Kanker payudara stadium satu masih masuk kanker payudara
stadium awal. Ciri-ciri kanker payudara pada tahap ini adalah sel kanker sudah
mulai berkembang dan membesar pada bagian payudara yang menjadi tempat
tumbuhnya. Namun, sel kankernya belum menyebar dan ukurannya tidak lebih dari 5
cm.
Kanker Payudara Stadium Dua
Pada tahapan ini, sel kanker dapat berkembang dan tumbuh
dengan beberapa cara. Pada kanker payudara stadium IIA, ukuran massa kanker
kurang dari 2 cm tapi telah menyebar hingga ke kelenjar limfa yang ada di
ketiak.
Sementara pada kanker payudara stadium IIB, massa kanker
telah lebih dari 5 cm namun sel kanker belum menyebar ke kelenjar yang ada di
bawah ketiak.
Kanker Payudara Stadium Tiga
Jika seseorang sudah memasuki tahap ini, sudah pasti sel
kankernya mampu untuk menyebar. Stadium IIIA adalah kondisi di mana sel kanker
telah menyebar ke bagian jaringan tubuh lain.
Sedangkan stadium IIIB pertumbuhan sel kanker sudah sampai
ke permukaan kulit dan kelenjar getah bening yang ada di dalam payudara.
Kanker Payudara Stadium Empat
Ciri-ciri kanker payudara stadium empat adalah
perkembangannya semakin cepat dan kian melebar ke bagian organ lain.
Tanda Dan Ciri-Ciri Kanker Payudara
Semakin dini tanda dan ciri kanker payudara stadium awal
dikenali, maka semakin mudah sel kanker tersebut dihilangkan dari tubuh. Sel
kanker stadium nol, biasanya belum menunjukkan tanda atau ciri apapun. Namun,
Anda sudah dapat mengenali ciri-ciri kanker payudara stadium satu.
Ciri-ciri kanker payudara paling umum adalah munculnya
benjolan di payudara. Sayangnya, tak hanya kanker yang menjadi satu-satunya
kelainan pada payudara yang dapat dideteksi dengan ada tidaknya benjolan. Ini
karena benjolan di payudara dapat dipicu oleh perubahan hormonal pada remaja
hingga rusaknya jaringan lemak. Lalu, apa ciri-ciri benjolan kanker payudara?
Umumnya, ciri-ciri benjolan kanker payudara akan terlihat
memiliki tekstur yang keras dengan batas yang tidak jelas dan permukaannya yang
tidak rata. Benjolan juga terus menetap 8 hingga 10 hari usai menstruasi. Bila
benjolan dekat dengan puting susu, akan terlihat bahwa puting susu tertarik ke
dalam dan agak susah digerakkan (lengket). Cara Mengobati Kanker Payudara Tanpa Operasi
Selain Munculnya Benjolan, Tanda Dan Ciri Kanker Payudara
Stadium Awal Yang Dapat Anda Kenali Adalah:
- Perubahan ukuran, bentuk, atau tampilan dari payudara.
- Perubahan bentuk pada puting payudara.
- Rasa sakit pada payudara yang tak kunjung hilang, bahkan ketika Anda sudah masuk ke masa haid bulan berikutnya. Meski begitu, beberapa wanita juga ada yang tidak mengalami rasa sakit atau nyeri di payudaranya.
- Puting mengeluarkan cairan bening, berwarna cokelat, atau kuning.
- Puting tiba-tiba memerah dan bengkak tanpa diketahui penyebabnya.
- Bengkak di sekitar ketiak yang disebabkan karena pembesaran kelenjar getah bening di daerah tersebut.
- Pembuluh vena terlihat pada payudara, akibatnya urat-urat di bagian payudara terlihat dengan jelas.
- Pada stadium lanjut mulai tampak adanya kelainan pada kulit payudara (seperti kulit jeruk atau kulit menjadi kemerahan), terkadang kulit juga jadi mencekung seperti lesung pipi karena tertarik oleh benjolan.
Apabila Anda mengalami atau mencurigai salah satu gejala dan
ciri-ciri kanker payudara stadium awal seperti yang telah disebutkan di atas,
sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.
Ini dilakukan supaya Anda mendapatkan penanganan yang tepat
sesuai dengan kondisi Anda. Dengan tanggap terhadap ciri-ciri kanker payudara
stadium awal, maka peluang Anda untuk sembuh dari penyakit ini juga semakin
besar.
Berbagai penyebab kanker payudara
Sebenarnya sampai saat ini para peneliti masih belum dapat
mengetahui secara pasti apa penyebab kanker payudara.
Layaknya kanker lainnya, kanker payudara adalah suatu kondisi
ketika sel tertentu bertumbuh abnormal dan tidak dapat dikontrol. Lama
kelamaan, sel kanker ini akan menyerang jaringan payudara sehat terdekat dan
akhirnya menyebar ke seluruh tubuh.
Lebih lanjut, peneliti telah berhasil menemukan beberapa gen
yang jika dimutasi, akan berpotensi terhadap perkembangan kanker payudara. Gen
mutasi ini adalah gen kanker 1 (BRCA1) dan gen kanker 2 (BRCA2).
Kedua gen ini ditemukan pada kurang lebih 10 persen populasi
pasien dengan kanker payudara. Meski begitu, bahkan dengan adanya gen mutasi,
para ahli masih belum dapat menetapkan penyebab interaksi biokimia tambahan
yang dibutuhkan dalam perkembangan sel kanker payudara.
Selain mutasi gen, para peneliti juga sepakat bahwa riwayat
medis atau gaya hidup seseorang dapat meningkatkan risiko kanker payudara.
Beberapa faktor risiko yang mungkin menjadi penyebab kanker payudara adalah:
1. Jenis kelamin
Wanita 100 kali lebih sering didiagnosis kanker payudara
dibanding pria. Ini karena pengaruh hormon seks wanita, khususnya estrogen dan
progestron. Pada beberapa kasus kanker payudara, kedua hormon ini bertindak
sebagai pemicu pertumbuhan dan pembelahan sel.
Risko kanker ini umumnya akan meningkat akibat sel-sel
payudara yang kerap terkena paparan kedua hormon ini selama siklus menstruasi.
Selain itu, wanita yang mengalami menstruasi dini (sebelum 12 tahun), menopause
setelah 55 tahun, serta memiliki payudara besar juga berisiko tinggi terhadap
penyakit kanker payudara.
2. Usia
Menurut kajian American Cancer Society, lebih dari dua
pertiga kasus kanker payudara ditemukan pada wanita berusia 55 tahun dan lebih.
Hanya seperdelapan populasi wanita yang ditemukan memiliki kanker payudara di
usia kurang dari 45 tahun.
3. Riwayat medis keluarga
Faktor risiko lain yang berpotensi jadi penyebab kanker
payudara adalah riwayat medis keluarga. Wanita berisiko lebih tingi terkena
kanker payudara jika mereka memiliki hubungan darah langsung dengan orang yang
terdiagnosis kanker payudara, misalnya ibu, kakak, atau anak.
4. Genetik
Menurut Memorial Sloan Kettering Cancer Center, mutasi
genetik BRCA1 dan BRCA, sejauh ini adalah penyebab kanker payudara turunan yang
paling umum.
Mutasi BRCA1 umumnya hanya akan memengaruhi risiko kanker
payudara pada wanita, tapi mutasi BRCA2 memiliki andil sebagai faktor risiko
kanker payudara baik pada wanita maupun pria.
Gen lainnya yang memiliki peran dalam kanker payudara turunan adalah
ATM, p53, CHEK2, PTEN, dan CDH1.
5. Etnis tertentu
Salah satu faktor penyebab kanker payudara lainnya adalah
etnis. Wanita berkebangsaan Eropa dinilai lebih rentan dengan kanker payudara.
Meski begitu, wanita Afrika-Amerika memiliki peluang kelangsungan hidup yang
sangat kecil untuk bertahan dari penyakit ini. Kanker payudara juga menjadi
penyebab kematian utama pada wanita Hispanik.
Di Indonesia, kanker payudara menduduki peringkat pertama
penyebab kematian pada wanita, mengalahkan sejumlah jenis kanker lainnya. Angka
kematian akibat kanker payudara pada wanita mencapai 21,4 persen berdasarkan
data profil mortalitas Kanker (Cancer Mortality Profile) yang dirilis oleh WHO
tahun 2014.
6. Faktor gaya hidup
Selain berbagai faktor penyebab kanker payudara yang sudah
disebutkan di atas, beberapa kebiasaan gaya hidup juga secara tidak langsung
ikut menjadi penyebab kanker payudara. Menurut American Cancer Society, gaya
hidup yang dapat meningkatkan risiko kanker payudara termasuk:
- Obesitas atau kelebihan berat badan
- Konsumsi alkohol yang berlebihan
- Tidak memiliki anak
- Memiliki anak pertama setelah berusia 35 tahun
- Mengonsumsi pil KB
- Menggunakan terapi pengganti hormon
- Berbagai pilihan pengobatan kanker payudara
Berikut ini beberapa pilihan pengobatan kanker payudara di
antaranya:
1. Pembedahan
Bedah konservatif, yaitu mengangkat sel kanker beserta
kelenjar getah bening yang terlibat.
Mastektomi total, yaitu mengangkat seluruh payudara yang
terkena kanker.
Modified radical mastectomy (mastektomi radikal yang
dimodifikasi), yaitu mengangkat seluruh payudara yang terkena kanker, kelenjar
getah bening di bawah ketiak, sepanjang otot pada dada, dan terkadang sebagian
otot dinding dada.
2. Terapi radiasi
Terapi radiasi menggunakan sinar-X bertenaga tinggi yang
ditargetkan untuk membunuh sel-sel kanker dapat mengurangi risiko kekambuhan.
Radiasi umumnya digunakan untuk menghancurkan sel-sel yang lolos operasi.
Terapi ini diberikan secara teratur bagi wanita yang berisiko tinggi setelah
menjalani mastektomi.
3. Kemoterapi
Kemoterapi adalah terapi kanker menggunakan obat-obatan
untuk menghambat pertumbuhan sel kanker. Terapi ini dapat dilakukan sebelum
pembedahan untuk mengecilkan tumor sebelum diangkat. Selain itu, terapi ini
juga dapat dilakukan setelah pembedahan untuk mencegah pertumbuhan tumor
kembali.
4. Terapi hormon
Terapi hormon adalah jenis terapi kanker dengan menghambat
kerja hormon dan mencegah perkembangan sel kanker. Terapi ini efektif hanya
pada kanker pada payudara yang sensitif terhadap hormon. Dokter Anda akan
melakukan pemeriksaan untuk menentukan tipe kanker di payudara Anda.
5. Terapi target
Terapi target adalah terapi yang menggunakan obat-obatan
atau bahan kimia lain untuk mengidentifikasi dan menyerang sel kanker secara
spesifik tanpa membunuh sel-sel normal. Terapi ini antara lain:
Antibodi monoklonal
Penghambat tirosin kinase
Cyclin-dependent kinase inhibitors (penghambat
cyclin-dependent kinase)
Semakin dini stadium kanker payudara Anda maka semakin
tinggi tingkat keberhasilan pengobatannya. Bahkan menurut data dari National
Cancer, seseorang yang mengalami kanker payudara stadium satu memiliki peluang
untuk bertahan hidup 5 tahun ke depan mencapai 100 persen.
Bagaimana cara mendeteksi ciri kanker payudara stadium awal?
nyeri payudara karena PMS
Untuk mengetahui ciri awal kanker payudara, ada beberapa hal
yang dapat Anda lakukan, seperti:
1. Periksa payudara sendiri
Langkah paling mudah untuk mengetahui ciri awal kanker
payudara, Anda dapat melakukan SADARI, atau pemeriksaan payudara sendiri.
Pemeriksaan payudara sendiri adalah teknik pengecekan bagi wanita yang dapat
dilakukan di rumah untuk memeriksa benjolan pada payudara.
Pemeriksaan SADARI yang dilakukan secara rutin akan membantu
mengenali tekstur jaringan payudara normal, sehingga jika nanti Anda merasakan
ada sesuatu yang tidak biasa pada payudara, Anda dapat menyadarinya dan bisa
segera memeriksakannya ke dokter. Cobalah biasakan untuk memeriksa payudara
sendiri setiap bulan. Dengan cara ini, Anda akan dapat dengan mudah mendeteksi
ciri-ciri benjolan kanker payudara.
Waktu terbaik untuk memeriksa payudara adalah beberapa hari
setelah siklus menstruasi selesai. Karena perubahan hormon dapat mempengaruhi
bentuk dan perasaan Anda terhadap payudara, pemeriksaan paling baik adalah
ketika payudara Anda berada pada status yang normal.
Bagi wanita yang sudah tidak mengalami siklus menstruasi
lagi sebaiknya memilih hari yang sama untuk melakukan tes, misalnya hari
pertama setiap bulan. Sangat direkomendasikan untuk menulis jurnal atau catatan
tentang bagaimana bentuk payudara Anda pada setiap pengecekan, untuk menemukan
jika terjadi perubahan.
2. Mammografi
Selain melakukan SADARI, Anda dapat melakukan pemeriksaan
mammografi secara rutin juga penting guna mengetahui ciri awal kanker payudara.
Mammografi adalah teknik pemindaian gambar menggunakan sinar rontgen dosis
rendah untuk mendeteksi dan mendiagnosis kanker payudara. Mammogram umum
dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan klinis rutin dan pemeriksaan payudara
mandiri bulanan sebagai langkah penting dalam diagnosis dini kanker payudara.
Wanita berusia 40 tahun dan lebih diharuskan menjalani
mammogram setiap satu sampai dua sekali. Jika Anda atau keluarga Anda memiliki
riwayat kanker payudara, dokter mungkin akan merekomendasikan untuk memulai
mammogram lebih dini, lebih sering, dan menambahkan beberapa alternatif
pemindaian lainnya.
Ketika melakukan prosedur ini, payudara Anda akan
ditempelkan pada layar pemindai rontgen. Kemudian, sebuah kompressor akan
menekan payudara Anda ke bawah untuk meratakan jaringan. Hal ini akan
menunjukkan hasil gambar yang lebih jelas dari payudara Anda.
Biasaknya dokter akan mengharuskan Anda untuk menahan napas
setiap kali pengambilan gambar. Bagi Anda yang baru pertama kali melakukan
prosedur ini, Anda mungkin akan sedikit merasakan nyeri atau tidak nyaman.
Namun jangan khawatir, rasa nyeri dan tidak nyaman ini tidak akan bertahan
lama.
Selama prosedur, dokter akan memeriksa hasil gambar yang
ditampilkan di layar pemindai dan meminta teknisi radiologis untuk mengambil
beberapa gambar tambahan jika hasil yang sudah ada terlihat kurang jelas atau
membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. Jangan panik, hal ini lazim untuk
dilakukan.
Baca Juga : Obat Kanker Payudara Tanpa Operasi



No comments:
Post a Comment